Copyright Moncler Microsite ID. All rights reserved.

Moncler™

Awalnya aktivis politik, sekarang menjadi pengusaha jaket musim dingin yang sangat terkenal. Penggalan kata tersebut cocok untuk disandang oleh sang founder dari brand Moncler. Jacket Moncler yang sudah sangat terkenal, telah memiliki sejarah panjang dan unik. Semuanya dimulai dari masa Perang Dunia II. Pada saat itu, pendudukan Jerman di Perancis mengalami kemunduran, dan disana terdapat sekelompok pekerja perlawanan yang melakukan unjuk rasa di Grenoble. Para pemuda ini memiliki kesempatan untuk melakukan berbagai olahraga gunung seiring dengan pelaksanaan kegiatan politik mereka, saat masih tinggal di pegunungan.

Setelah perang berakhir, dua pekerja yang bernama René Ramillion dan Andre Vincent, memutuskan untuk terus mengembangkan bisnis pakaian olahraga dan peralatan yang berhubungan dengan aktivitas olahraga yang mereka begitu nikmati dan tekuni saat terlibat dengan politik perang. Akhirnya, tepat pada tahun 1952, René Ramillion dan Andre Vincent sepakat untuk membuat pabrik di Monestier de Clermont, tepatnya di Grenoble dan akhirnya memutuskan untuk membeli kepemilikan keseluruhan pabrik. Pada bulan April tahun itu, mereka meluncurkan perusahaan baru dengan nama “Moncler SA”, dari inisial pertama dari Monestier de Clermont.

Salah satu karakteristik yang paling luar biasa dari lini produk Moncler di masa awal adalah penggunaan “duck down“, sebuah zat sangat hangat yang tidak besar dan tebal. Material yang digunakan brand ini dalam pembuatan jaketnya adalah 90% bulu angsa dan 10% sisanya adalah premium leather. Moncler selalu menjamin performa tinggi berkualitas yang terdapat dalam setiap produknya. Oleh karena itu, bahan ini sangat ideal untuk digunakan oleh para pemain ski. Bahkan telah teruji di lapangan untuk dipakai pada suhu yang sangat dingin. Saat ini, tergantung pada harga jaket itu sendiri, jaket Moncler terus memproduksi jaketnya dengan duck down, atau dengan campuran poliester dan nilon. Bahkan jaket mereka dibuat dengan kain sintetis yang masih memiliki pori-pori. Tujuannya adalah untuk menjaga pemakainya tetap hangat bahkan di hari dengan cuaca terdingin.

Moncler sendiri bertempat di Italia. Selama bertahun-tahun label yang memproduksi pakaian khusus untuk para pendaki gunung ini cukup konsisten dalam menggabungkan gaya dan teknologi, dengan memanfaatkan pengetahuan ahli pendakian gunung dan ahli mode dunia. Koleksi Moncler saat ini telah mengalami ekspansi, bukan saja hanya fokus pada attire pendaki gunung, tetapi juga produk yang dapat digunakan sehari-sehari.

Merek pakaian asal Italia yang mewah ini telah meraup pendapatan lebih dari 1 miliar euro dalam waktu setahun, dan telah menjadi pendapatan tahunan dengan nominal tersebut. Perusahaan ini melaporkan bahwa mereka sedang menyelesaikan organisasinya dengan desainer Thom Browne dan Giambattista Valli, yang mana menciptakan koleksi "Gamme Bleu" dan "Gamme Rouge." Koleksi Moncler “Gamme Rouge”

Konsep koleksi Moncler "Gamme Bleu" untuk musim semi - musim panas 2018 didasarkan pada bagaimana musim dapat dengan mudah ditransisikan. Konsep koleksi Moncler "Gamme Rogue" musim semi - musim panas 2018 terinspirasi oleh tari kontemporer dan terdiri dari tekstur ultra feminin seperti sulaman tulle, organza, taffeta, organdi dan macramé. Saat ini, Moncler merupakan nama yang makin familiar di telinga konsumen produk fashion dan mode karena telah mendapat segmen konsumen yang setia.